3 Bahan untuk Kreativitas; Musik, Latihan & Alam


Terkadang tampaknya mustahil untuk mengumpulkan keystroke yang kreatif.
Saat itulah saya kembali ke 3 bahan saya;
Musik, Latihan & Alam.

Sebagian besar ide saya untuk cerita, video, artikel, dan proyek-yang-akan-datang ketika saya sedang bersepeda atau berlari.
Justru ketika saya tidak berada di depan komputer, mencoba untuk berpikir dan menjadi kreatif, saya dapat, dengan bantuan 3 bahan saya, untuk menyelesaikan pekerjaan kreatif yang nyata.

MUSIK: Mendengarkan musik memberi tempo pada langkah kaki saya dan detak jantung saya. Melodi mengalihkan pikiran berpikir saya, membuai saya ke saluran intuisi dan non-pikiran yang lebih dalam. Musik sering kali menjadi cerita dan membuat saya lebih fokus pada momen yang ada dengan mendengarkan secara aktif.

LATIHAN: Latihan adalah komponen kunci dalam seberapa kreatif dan nyaman perasaan saya. Saya pergi ke gym beberapa malam dalam seminggu tetapi saya lebih suka mengendarai sepeda saya di sekitar kota daripada berjalan lamban di atas treadmill. Saat saya berkendara, pemandangan melewati saya. Ribuan orang melintasi jalanku. Skenario tak terbatas bermain sendiri. Kerja keras fisik latihan memungkinkan pikiran saya berada dalam kondisi yang lebih sederhana dan lebih waspada. Saya dapat melepaskan ketegangan yang dapat membangun berjam-jam di depan komputer dan dalam kondisi ini pemikiran saya yang paling produktif tercapai.

ALAM: Berkomunikasi dengan alam, baik itu berjalan-jalan di hutan atau di puncak gunung, membebaskan jiwa kreatif saya. Tetapi tinggal di pusat kota Seattle, saya jarang memiliki pilihan untuk berkeliaran melalui hutan belantara yang masih alami. Tidak apa-apa. Saya mengambil istilah hutan kota ke dalam hati dan membiarkan kota menjadi hutan saya. Ketika saya menganggap Manusia sebagai tindakan Alam maka kota, dengan semua trotoar dan neonnya, menjadi lanskap alam yang bergeser. Saat joging di kota, saya dapat menyaksikan pasang surut kehidupan manusia yang mengalir deras saat para pebisnis dan transien berbagi trotoar.

Saya tahu apa yang berhasil untuk saya. Saat saya berada dalam ritme yang stabil adalah saat pikiran saya melayang melampaui saya dan menjalani kehidupan imajinatifnya sendiri. Saya mengenang, hari saya bermimpi dan mulai memikirkan konsep-konsep dalam pikiran saya. Tetapi sesuatu memberi tahu saya bahwa bahan-bahan ini dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan kreativitas.

KONEKSI KOMUNITAS

Apa bahan Anda untuk kreativitas? Bagikan trik Anda di komentar di bawah.


Tonton videonya: Kelas 7 SMP - Seni Budaya - Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2


Artikel Sebelumnya

"Let The Beat Build" Nyle menjadi viral dan pecah

Artikel Berikutnya

5 Game PSP Sony untuk Dikemas dalam Perjalanan Anda